Tentu hanya ALLOH SWT. Mungkin banyak orang yang jika melakukan kesalahan atau kekhilafan mereka menyesal akibat perbuatan mereka bahkan di beberapa kasus, ada yang melakukan penghilangan nyawa alias bunuh diri.
Sebagai manusia yang diciptakan ALLOH SWT kita hanya bisa pasrah dalam artian menyerahkan semua kehidupan kita kepada ALLOH SWT. Karena Alloh lah yang mengatur segala alur kehidupan kita. Keyakinan kita tersebut lah yang dapat menyelamatkan kita dari rasa bersalah, ketakutan, dan lain-lain. Iman adalah kuncinya. Intinya adalah manusia tidak luput dari kesalahan, dan jangan jadikan kesalahan tersebut sebagai momok yang menakutkan bagi kita. Manusia terbaik bukan berarti manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, Melainkan manusia yang sadar akan kesalahan yang dia lakukan.
Kadang kita memaki keadaan karena tidaklah sesuai dengan selera dan kehendak kita.Kadang kita menyalahkan Alloh atas sesuatu hal buruk yang menimpa kita.Padahal sesuatu yang buruk yang menimpa kita adalah yang terbaik di Mata Alloh SWT untuk kita.
Seperti ketika sepasang suami istri yang sedang berkonflik. Mereka akan dengan mudah menyalahkan satu- sama lain. Si suami mungkin tidak menyenangi salah satu sifat istri, pun demikian halnya dengan sang istri. Rasanya hati sudah penuh sesak dengan amarah, kesedihan dan kesempitan. Ingin rasanya memaki, atau paling tidak mengeluarkan uneg- uneg yang ada. Namun sering kali kemauan itu masih tertahan dengan masih adanya iman
Seperti ketika sepasang suami istri yang sedang berkonflik. Mereka akan dengan mudah menyalahkan satu- sama lain. Si suami mungkin tidak menyenangi salah satu sifat istri, pun demikian halnya dengan sang istri. Rasanya hati sudah penuh sesak dengan amarah, kesedihan dan kesempitan. Ingin rasanya memaki, atau paling tidak mengeluarkan uneg- uneg yang ada. Namun sering kali kemauan itu masih tertahan dengan masih adanya iman
Sejenak mari kita renungkan... Di dunia ini ada bermilyar manusia yang mungkin bisa menjadi pasangan kita. Namun, Alloh akhirnya mempertemukan kita dengan pasangan kita saat ini, dan bukan dengan yang lain. Pastilah semua itu bukan hanya karena kebetulan belaka. Ada skenario dan pelajaran takdir yang bisa sama- sama kita pelajari. Hal tersebut tidak lain adalah untuk menjadikan diri kita lebih baik dari pada sekarang ini.
Kekurangan yang dimiliki istri ataupun suami, adalah pelengkap bagi kelebihan yang lain. Namun sering kali batin manusia menyeru untuk melirik kelebihan manusia lain selain istri atau suami mereka. Hal itu karena mereka mungkin sejenak ingin meredakan diri dan mendamaikan hati atas sebuah kekesalan. Maka ada istilah, "Rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput sendiri".
Pernahkah kita membaca, padahal jika hati kita telah ikhlas menerima ketetapan Alloh, "Rumput sendiri" yang mungkin tidaklah lagi hijau, justru yang telah berjasa "menghijaukan" kita. Betapa tidak, dari kekurangan pasangan kita, kita belajar lebih bijaksana, kita belajar sebuah pemakluman dan belajar sebuah kesabaran. Dan dari kelemahan diri kita sendiri, kitapun belajar selalu bersyukur,kita belajar sebuah perbaikan, kita belajar meminta maaf dan belajar menghindari kesombongan.
Dan Alloh lah yang paling tahu tentang kebutuhan kita, kebutuhan untuk menjadikan kita manusia lebih baik, kebutuhan untuk menjadikan kita sangat lebih baik dari pada hari ini.Dan kebijaksanaan Alloh tersebut hanya dapat dipahami oleh para jiwa- jiwa yang ikhlas dan sabar,hati- hati yang lembut dan selalu bersyukur serta para hamba yang mau belajar dan mempelajari hikmah kehidupan.
Cerita lain yang seringkali menghinggapi batin kita dengan kegelisahan adalah ketika kehidupan disudutkan pada sebuah kekurangan terutama dalam hal materi. Terkadang, karena hal itu pula, aturan halal dan haram pun menjadi sangat susah sekali untuk tetap digenggam erat. Tak jarang, segala cara kita lakukan demi sebuah kelebihan dan keluasan untuk memerdekakan hati yang sedih.
Saudaraku, percayalah kesempitan atau keluasan itu, bukan terletak dari seberapa banyak atau sedikit materi yang kita punya, tapi hanyalah masalah tentang penyikapan hati kita. Banyak dari saudara kita yang sekarang dalam keluasan rejeki, namun mereka pun masih gusar tentang bagaimana cara bahagia untuk sesuatu sangat simple. Berkumpul dengan keluarga misalnya. Mungkin mereka menilai bahwa kita yang biasa- biasa sekarang ini adalah lebih beruntung dan bahagia. Sadarkah kita jika saja saat ini kita diberi kelebihan dan keluasan dalam hal apapun oleh Nya, apakah masih akan ada waktu tersisa untuk sekedar menyapa Alloh sang Maha Rahman, apakah masih ada sejenak akses untuk mengingatNya seperti dalamnya kemohonan kita saat kita memanjatkan doa saat sempitnya kehidupan?... Sungguh Alloh lah pencipta kita, dan Dia lebih tahu detail pastinya tentang apapun dari kemampuan kita dan apapun kebutuhan kita melebihi diri kita sendiri.
Subhanalloh, dalam berbagai hal, yang negatif dalam pandangan kita sekalipun, ternyata disana tersimpan kasih sayang dari Sang Maha Mencintai dan Mengasihi.
Janganlah bersedih,berkeluh kesah,berputus asa atas apa yang telah menimpa kita dan jangan pernah sesali apa yang telah kita dapatkan atau yang telah lepas dari genggaman. Jika sebelumnya kita telah melakukan usaha yang terbaik, maka hasil akhir yang Alloh beri itulah, upah yang terbaik untuk kita.
Tidak semua keinginan di dunia ini terpenuhi atau dipenuhi secara sempurna oleh Alloh sang Maha Rahman. Semua tentu bukan berdasar tidak adanya kasih sayang dari Nya. Namun semua adalah pasti dan tentu saja yang terbaik untuk kita. Alloh yang memegang ukuran atas kita. Dan hal itu hanya dapat dipahami oleh batin yang percaya dan tetap percaya pada Alloh dalam keadaan apapun.
Sungguh, Alloh lah yang maha Penyayang atas hamba- hambaNya.
Kekurangan yang dimiliki istri ataupun suami, adalah pelengkap bagi kelebihan yang lain. Namun sering kali batin manusia menyeru untuk melirik kelebihan manusia lain selain istri atau suami mereka. Hal itu karena mereka mungkin sejenak ingin meredakan diri dan mendamaikan hati atas sebuah kekesalan. Maka ada istilah, "Rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput sendiri".
Pernahkah kita membaca, padahal jika hati kita telah ikhlas menerima ketetapan Alloh, "Rumput sendiri" yang mungkin tidaklah lagi hijau, justru yang telah berjasa "menghijaukan" kita. Betapa tidak, dari kekurangan pasangan kita, kita belajar lebih bijaksana, kita belajar sebuah pemakluman dan belajar sebuah kesabaran. Dan dari kelemahan diri kita sendiri, kitapun belajar selalu bersyukur,kita belajar sebuah perbaikan, kita belajar meminta maaf dan belajar menghindari kesombongan.
Dan Alloh lah yang paling tahu tentang kebutuhan kita, kebutuhan untuk menjadikan kita manusia lebih baik, kebutuhan untuk menjadikan kita sangat lebih baik dari pada hari ini.Dan kebijaksanaan Alloh tersebut hanya dapat dipahami oleh para jiwa- jiwa yang ikhlas dan sabar,hati- hati yang lembut dan selalu bersyukur serta para hamba yang mau belajar dan mempelajari hikmah kehidupan.
Cerita lain yang seringkali menghinggapi batin kita dengan kegelisahan adalah ketika kehidupan disudutkan pada sebuah kekurangan terutama dalam hal materi. Terkadang, karena hal itu pula, aturan halal dan haram pun menjadi sangat susah sekali untuk tetap digenggam erat. Tak jarang, segala cara kita lakukan demi sebuah kelebihan dan keluasan untuk memerdekakan hati yang sedih.
Saudaraku, percayalah kesempitan atau keluasan itu, bukan terletak dari seberapa banyak atau sedikit materi yang kita punya, tapi hanyalah masalah tentang penyikapan hati kita. Banyak dari saudara kita yang sekarang dalam keluasan rejeki, namun mereka pun masih gusar tentang bagaimana cara bahagia untuk sesuatu sangat simple. Berkumpul dengan keluarga misalnya. Mungkin mereka menilai bahwa kita yang biasa- biasa sekarang ini adalah lebih beruntung dan bahagia. Sadarkah kita jika saja saat ini kita diberi kelebihan dan keluasan dalam hal apapun oleh Nya, apakah masih akan ada waktu tersisa untuk sekedar menyapa Alloh sang Maha Rahman, apakah masih ada sejenak akses untuk mengingatNya seperti dalamnya kemohonan kita saat kita memanjatkan doa saat sempitnya kehidupan?... Sungguh Alloh lah pencipta kita, dan Dia lebih tahu detail pastinya tentang apapun dari kemampuan kita dan apapun kebutuhan kita melebihi diri kita sendiri.
Subhanalloh, dalam berbagai hal, yang negatif dalam pandangan kita sekalipun, ternyata disana tersimpan kasih sayang dari Sang Maha Mencintai dan Mengasihi.
Janganlah bersedih,berkeluh kesah,berputus asa atas apa yang telah menimpa kita dan jangan pernah sesali apa yang telah kita dapatkan atau yang telah lepas dari genggaman. Jika sebelumnya kita telah melakukan usaha yang terbaik, maka hasil akhir yang Alloh beri itulah, upah yang terbaik untuk kita.
Tidak semua keinginan di dunia ini terpenuhi atau dipenuhi secara sempurna oleh Alloh sang Maha Rahman. Semua tentu bukan berdasar tidak adanya kasih sayang dari Nya. Namun semua adalah pasti dan tentu saja yang terbaik untuk kita. Alloh yang memegang ukuran atas kita. Dan hal itu hanya dapat dipahami oleh batin yang percaya dan tetap percaya pada Alloh dalam keadaan apapun.
Sungguh, Alloh lah yang maha Penyayang atas hamba- hambaNya.
Dan Alloh lah yang paling tahu tentang kebutuhan kita, kebutuhan untuk menjadikan kita manusia lebih baik, kebutuhan untuk menjadikan kita sangat lebih baik dari pada hari ini.Dan kebijaksanaan Alloh tersebut hanya dapat dipahami oleh para jiwa- jiwa yang ikhlas dan sabar,hati- hati yang lembut dan selalu bersyukur serta para hamba yang mau belajar dan mempelajari hikmah kehidupan.
Wallohu A'lamu bis showab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar